Langsung ke konten utama

Rukun Iman dan Hakikatnya


Khutbah Pertama:
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ
فَأِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَدٍ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةِ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ



                               
Kaum muslimin rahimahkumullah
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa rukun iman itu ada enam pilar, yaitu: iman kepada Allah, pada malaikat-malaikat Allah, pada kitab-kitab Allah, iman pada Rasul-rasul Allah, iman pada hari aknir dan iman pada Qodho dan Qhadar.
Keenam pilar itu wajib kita percayai dan bila satu saja kita lepaskan atau tidak kita percayai, maka batalah keimanan kita. Karena iman adalah akidah yang kokoh sebelum segala sesuatu, dengan imanlah dapat membuahkan perkataan yang baik dan amal Saleh. Iman juga menghasilkan kecintaan kepada Allah subhanahu wata’ala dan Rasulnya, serta ikhlas dalam mentauhidkan Allah Subhanahu Wata’ala dan mengikuti tuntunan Rasulnya.
Iman adalah kesungguhan, amalan, ketekunan, kesabaran menahan dan mencegah sesuatu yang disukai ataupun yang tidak disukai semata-mata karena Allah Subhanahu wa ta’ala. Iman itu mempunyai tanda-tanda yang banyak dan hal itu terdapat dalam Alquran dan Hadits, salah satu contohnya Allah berfirman dalam Alquran:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ . الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ . أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang apabila disebut nama Allah, maka gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah maka bertambahlah keimanan mereka karenanya dan hanya kepada Allahlah mereka bertawakal. Yaitu orang-orang yang mendirikan Shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang telah kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang  yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian disisi Rabbnya, ampunan serta rezki (ni’mat) yang mulia”. (QS. Al-Anfal : 2-4)
Kaum muslimin rahimahkumulah
Marilah kita bertanya pada diri kita masing-masing adakah kita telah menyandang predikat ini?, adakah diantar kita ketika mendengar nama Allah Subhanahu wa Ta’ala disebut hatinya takut dan gemetar sehingga ia mengagungkan namanya. Adakah dari kita ketika ayat-ayat Allah Ta’ala dibacakan, imannya semakin bertambah dan merasa gembira karena telah merasakan manisnya bisa membenarkan dan mengamalkan hukum-hukumnya?. Adakah dari kita yang telah mewujudkan tawakalnya hanya pada Allah subhanhu wa ta’ala semata? Hanya bersandar kepadanya dan tidak menggantungkan diri selain kepadanya?. Adakah dari kita yang telah mengerjakan Shalat sesuai dengan tuntunan agama, dengan cara menjaga Shalat itu dan menyempurnakan syarat-syarat dan rukunnya? Adakah dari kita yang telah menginfakan sebagian harta yang telah Allah berikan pada kita dengan cara membayar Zakat dan menutup kekurangan kaum kerabat dan orang-orang fakir miskin?.
Bila hal itu terasa sudah kita lakukan maka marilah kita tingkatkan lagi amalan-amalan tersebut, namun bila hal itu dirasa belum terlaksanakan atau masih kurang maka marilah kita bersegera memperbaiki diri kita masing-masing, karena sesungguhnya saat penghisaban ataupun perhitungan itu sudah sangat dekat, kita semua baik suka ataupun tidak pasti akan mendapatkan/menemui hari penghisaban itu.
Kaum muslimin rahimahkumullah
Bila kita perhatikan keadaan yang kita saksikan saat ini banyak dianatara kita kaum muslimin yang tidak menegakan Shalat dan juga menjaganya. Mereka tidak menunaikannya secara berjamaah, tidak pula menyempurnakan syarat-syarat dan rukunya serta kewajiban-kewajibannya. Masih banyak yang tidak memperhatikan masalah wudhu (tahara), apakah sudah sempurna atau belum?. Masalah waktu sudah tepat atau belum? Masalah Tuma’nina baik ketika duduk, ruku’, maupun sujudnya. Bahkan sebagian mereka yang mengaku Muslim ada yang tidak mengerjakan Shalat sama sekali dan lebih dari itu, mereka mengolok-olok orang yang melakukan Shalat. Ada juga sebagian Muslim yang pekerjaanya hanya mengumpulkan harta dunia belaka dan enggan menginfakannya ataupun membayar zakat kepada orang-orang yang berhak mendapatkannya. Mereka hanya membelanjakan hartanya hanya untuk kesenangannya belaka dan bahkan terkadang mereka membelanjakan hartanya dijalan yang terlarang dalam agama kita ini.
Kaum muslimin rahimahkumullah
Akhirnya marilah kita semua kembali kejalan Allah subhanahu wa ta’ala jalannya orang-orang terdahulu yang telah diberi hidayah dan ni’mat oleh Allah ‘Azza wa jalla. Yakinlah bahwa hanya Allah tempat kita bermohon, hanya Allahlah tempat kita meminta dan mengadukan segala keluh kesah kita. Bila kita semua mematuhi segala perintahnya maka niscaya Allah akan memberikan pertolongan yang banyak kepada kita dan bila kita semuanya bertaqwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala niscaya Allah akan mudahkan segala urusan kita dan akan member rezeki dari arah yang tak terduga-duga. Firman Allah Ta’ala:
وَلَيَنصُرَنَّ اللهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ  .الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي اْلأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلاَةَ وَءَاتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ اْلأُمُورِ
Artinya : “Sesungguhnya Allah pasti akan menolong bagi hamba-hambanya yang telah menolong agamanya. Sesungguhnya  Allah benar-benar maha kuat lagi maha perkasa. Yaitu orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukannya dimuka bumi niscaya mereka mendirikan Shalat, menunaikan zakat,menyuruh berbuat yang baik (ma’ruf) dan mencegah berbuat yang jahat (mungkar) dan hanya kepada Allahlah dikembalikan segala urusan”. (QS. Al-Hajj: 41-42)
Dan dalam surat yang lain Allah juga berfirman :
وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَّهُ مَخْرَجًا. وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَايَحْتَسِبُ, وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَ اللهِ فَهُوَحَسْبُهُ, اِنَّ اللهَ بَالِغُ اَمْرِهِ, قَدْجَعَلَ اللهُ لِكُلِّ شَيْءٍقَدْرًا
Artinya : “Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka niscaya dia akan membuka jalan keluar baginya. Dan memberinya Rezeki dari arah yang tak terduga-duga (tak disangkanya). Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah Ta’ala, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusanya. Sungguh Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu”. (QS. At-Talaq: 2-3)
Semoga menjadi motivasi bagi kita semua untuk segera melakukan ketaatan kepada Allah dan Rasulnya dan menjadikan kita selalu bertaubat padanya. Serta semoga Allah Ta’ala akan selalu member taufik bagi yang mendengarkan dan juga bagi yang membacanya. Amiiin ya Rabbul ‘Alamiiin…
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْانِ الْعَظِيْمِ , وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ , أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله َلِيْ وَلَكُمْ وَلِكَافَةِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ , فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ





   Khutbah kedua tiap-tiap jumat


اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِلِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ رْغَامًا سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ يَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ يَّكُوْنُوْا فِى تَكْمِيْلِ اِسْلَامِهِ وَ اِيْمَانِهِ وَ اِنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .
By : M.Abdush Shaleh



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masjid Nurul Amal

Mungkin untuk kebanyakan orang, terutama bagi orang-orang diluar sana ini bukanlah sebuah Masjid, tapi mungkin ini lebih layak disebut Mushalah ataupun Surau. Namun bagi kami warga sekitarsini,  ini adalah masjid yang cukup lumayan dan mungkin lebih dari sebuah masjid itu sendiri. Karena hanya inilah kemampuan kami dan warga yang ada disekitar kami. Masjid ini dibangun orang-orang tua kami sekitar 32 tahun yang lalu dan telah mengalami renovasi beberapa kali. Menurut orang tua kami  dulu masjid ini dibangun atas swadaya dan swadana masyarakat sekitar. Tongkat estafet harus diserahkan, generasi tua mesti tiada dan generasi muda adalah penerusnya, kehidupan ini memang semestinya demikian, yang tua mesti istirahat dan yang muda mesti jadi penggiat, dahulu kita adalah muda dan sekarang kita adalah pengganti orang-orang tua kita, maka kitalah orang tua itu sekarang. Dahulu tempat ibadah kita sudah baik, Masjid dijadikan tempat ibadah dan menuntut ilmu ...

Mengenal waktu-waktu Shalat

بِسْـــــمِ اللهِ الرَحْمَنِ الرَّحِيْمِ Segala puji bagi Allah, Rabb Alam semesta, Shalawat dan Sallam untuk nabi Muhamad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam Kaum muslimin sepakat bahwa Shalat lima waktu harus dikerjakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, ini sudah ditentukan Allah Ta'ala dalam Al-Quran  : إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا Artinya : "Sesungguhnya Shalat itu adalah Fardlu/wajib yang ditentukan waktunya bagi orang-orang beriman". (QS. An-Nisa :103 ) Berikut ini penjelasan tentang waktu-waktu Shalat. Shalat Zhuhur Secara bahasa Zhuhur adalah waktu Zawal yaitu waktu tergelincirnya matahari (waktu matahari bergeser ditengah-tengah langit) menuju arah tenggelamnya (barat).  Shalat Zhuhur sering juga disebut para ulama dengan Shalat Al Uulaa  ( الأُوْلَى )  karena  Shalat yang pertama kali dikerjakan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassallam bersama Jibril 'Alaihis Shalam. dan disebut juga Shal...