Langsung ke konten utama

Ngerinya Hari Akhirat


Kaum muslimin yang dirahmati Allah

Marilah dengan tidak pernah merasa jenuh untuk selalu mensyukuri ni’mat Allah Ta’ala yang begitu banyak tercurah kepada kita sebagai makhluknya, yang apabila kita mencoba untuk menghitungnya niscaya kita tak akan mampu melakukanya, misalnya saja hari ini, bila Allah swt tidak memberikan taufik dan hidayahnya niscaya kita tidak akan berada ditempat ini sekarang ini. Salawat dan salam mari senantiasa kita curahkan pada junjungan kita, panutan kita Nabiyullah Muhamad Saw, smoga curahan rahmat dan kasih sayang Allah selalu melimpah pada beliau saw, keluarganya dan juga para sahabat-sahabatnya serta InsyaAllah kita sbagai pengikutnya akan mendapat syafaat  darinya diayumil akhir nanti. Amiiin ya Rabbal ‘Alamiiin

Kaum muslimin yang dirahmati Allah

Marilah kita selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dengan keimanan dan ketaqwaan yang hakiki, yaitu Dengan hanya menyembah/ beribadah dan meminta hanya kepadanya semata dan menjalankan segala perintah-perintahnya terutama dan yang paling utama perintah Shalat karena kata Rasulullah saw “bila baik Shalat seseorang maka amalan yang lain akan ikut baik, bila buruk Shalat seserorang maka amalan yang lainpun akan ikut buruk juga dan yang paling tegas Rasulullah mengatakan janganlah kamu tinggalkan semua Shalat-shalat lima waktu dan bila kamu berani meninggalkanya satu waktu saja dengan sengaja dan tanpa Uzur, maka Allah berlepas diri darimu atau dengan kata lain Allah tidak akan memberikan perlindungan lagi padamu”. dan juga marilah kita jauhi semua larangan-larangannya terutaama larangan-larangan yang besar.

Kaum muslimin Rahimahkumullah

Marilah kita segera mencari bekal untuk menuju pertemuan kita dengan sang pencipta kita, Allah Rabbu’Izzati, karena kita tidak mengetahui kapan kita akan mati, kapan ajal akan menjemput kita. Dalam hal ini Allah Ta’ala Berfirman:

وَتَــزَوَّدُوْافَاِنَ خَيْرَالزَّادِالتَّقْوَى، وَاتَّقُوْنِ يَاُولىِ الْاَلْبَابِ

Artinya : “Dan berbekalah kalian maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah Taqwa dan bertaqwalah kalian kepadaku wahai orang-orang yang mempunyai akal dan hati yang bersih”. (QS. Al-Baqarah : 197)

Ketahuilah sesungguhnya kita manusia ini sedang dalam melakukan perjalanan setapak demi setapak dalam menempuh kehidupan ini, dimulai dari alam rahim, alam dunia, alam kubur dan alam akhirat. Tahapan-tahapan tsb harus kita jalani hingga akhirnya nanti kita akan menemui alam akhirat, tempat dimana kita akan memperhitungkan segala amalan yang telah kita lakukan semasa didunia ini. Maka sepatutnyalah tatkala kita mendengar  ada yang menyampaikan ayat-ayat Alquran dan Hadits Nabi yang memberitakan tentang keadaan Alam akhirat, hendaklah hati kita menjadi takut, menangis dan menjadi dekatlah hati kita kepada Allah Subbhana Wata’ala.
Akan tetapi bagi kebanyakan orang yang tidak merasa takut kepada Allah ‘Azza Wa jalla ketika disebut kata Neraka, Azab, As-Shirat dan lain sebagainya dan terasa maka terasa ringan diucapkan tanpa makna sama sekali bagi mereka. Na’udzubillahi min dzalik.

Mari kita simak baik-baik ayat Al-Quran berikut ini,

وَاَمَّامَنْ اُوْتِيَ كِتَبَهُ فَيَقُوْلُ يَلَيْتَنِيْ لَمْ اُوْتَ كِتَبِيَهْ. وَلَمْ اَدْرِمَاحِسـَابِيَهْ. يَلَيْهَاكَانَتِ الْقَضَيَةَ.مَآاَغْنَى عَنِّيْ مَالِيَهْ.هَلَكَ عَنِّيْ سُلْطَنِيَهْ.

Artinya :
“Dan adapun orang-orang yang kitabnya diberikan ditangan kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya jika kitab ini tidak diberikan kepadaku, sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku. Wahai kiranya kematianlah yang menyudahi segala sesuatu. Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku. Kekuasaanku telah hilang dariku”. (QS. Al-Haqqah : 25-29)

Didalam kitab tafsir Ibnu katsier jilid ke8 halaman 200, menerangkan bahwa ayat tersebut menggambarkan keadaan orang-orang yang sengsara yaitu, orang-orang yang menerima catatan amalanya dengan tangan kirinya, maka mereka menyesal sehingga mengeluh, Aduhai sekiranya aku tidak menerima catatan ini dan aku tidak mengetahui perhitungan amalan yang jelek ini, aduhai sekiranya kematianku ini tidak dibangkitkan lagi pasti aku tidak menderita seperti ini, sungguh nyata sekarang bahwa harta kekayaanku dan kekuasaanku dulu tidak berguna sama sekali.

Kaum muslimin rahimahkumullah

Selanjutnya Allah memerintahkan pada malaikatnya untuk menangkap dan memasungnya dan melemparkanya kedalam neraka, hal ini disampaikan Allah pada ayat berikutnya, yaitu ayat ke 30-37, pada surat yg sama, yang artinya sbb:

“Maka Allah menyuruh malaikat menangkap dan membelenggunya, kemudian melemparkanya kedalam neraka jahanam, Rantailah dengan rantai yang panjangnya 70 hasta. Sesungguhnya ia dahulu tidak percaya kepada Allah yang maha agung, tidak suka menganjurkan membantu memberi makan fakir miskin, maka sekarang disini tidak ada kawan karib lagi dan tidak ada makanan baginya kecuali dari darah yang bercampur nanah, yang tidak akan dapat memakannya kecuali orang-orang yang berdosa dan karena terpaksa. (QR. Al-Haqqa : 30-37)

Kaum muslimin rahimahkumullah

Pada ayat diatas Allah memerintahkan malaikat Zabaniah untuk menangkap, membelenggunya dan melemparkanya kedalam Neraka Jahanam, lalu setelah itu diperintahkan pula pada malaikat Zabaniah tsb untuk memasukan rantai dari dalam duburnya dan dikeluarkan dari mulutnya dan diikatkan rantai tersebut seolah-olah ia menggiring binatang yang  dipasung. Na’uzubillah suma na’uzubillah.

Kandungan ayat diatas mestinya menggugah hati kita, menjadikan kita gemetar, berkeringat dingin dan menangis terisak-isak, seakan saat itu kita sedang merasakan peristiwa yang teramat dahsyat dan akhirnya tumbuhlah perasaan takut yang amat dalam tehadap Allah ‘Azza Wa Jalla, agar kita tidak menjadi celaka seperti orang-orang yang disebutkan dalam ayat tersebut.
Sesungguhnya kita semua pasti akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti  dan kita akan dikumpulkan menjadi satu untuk mempertanggungjawabkan diri kita masing-masing. Allah berfirman yang artinya:

“Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.(yaitu) pada hari mereka mendengar  teriakan dengan sebenar-benarnya, itulah hari keluar dari kubur”. (QS. Qaaf : 41-42)

Dan surat lain Allah juga berfirman yang artinya:

“Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta Alam? Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin”. (QS. Almuthaffifin : 4-7)

Dan manusia itu sendiri akan dibangkitkan persis seperti manusia pertama diciptakan, tidak beralas kaki, telanjang dan tidak berkhitan. Ini disampaikan Allah dalam firmannya yg artinya : “Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, maka begitu pula kami mengembalikannya (mengulanginya)”. (QS. Al-Anbiya’: 104)

Kaum muslimin rahimah kumullah

Jadi jelaslah bahwa manusia itu akan dibangkitkan kembali seperti sebelumnya, tidak dikurangi sedikitpun. Dikumpulkan antara laki-laki dan perempuan membaur menjadi satu ditempat yang sama dan pada hari itu baik laki-laki maupun perempuan tidak saling menghiraukan lagi, mendengar keterangan Rasulullah saw tsb maka Sitti Aisah bertanya pada beliau,
 “Wahai Rasulullah antara laki-laki dan perempuan akan saling melihat yang satu dengan yang lainnya” 
maka Rasulullah Saw menjawab yg artinya:

“Perkara pada hari itu lebih keras daripada sekedar mereka saling melihat satu sama yang lainnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada hari itu laki-laki tidak akan tertarik dengan wanita dan begitu juga sebaliknya, karena mereka semua takut akan keputusan Allah Ta’ala. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala yang artinya :

 “Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang pada hari itu akan sibuk dengan urusannya yg sangat menyibukannya”. (QS. Abasa: 34-37)

Disana kita hanya sibuk dengan urusan kita masing-masing, tidak ada ayah, ibu, anak, saudara dan karib kerabat, kita hanya mengurus urusan kita masing-masing. Tidak akan pula orang yang akan dapat menolong kita kecuali hanya amalan kita selama hidup didunia ini.

Demikianlah peristiwa yang sangat menakutkan yang akan terjadi diakhirat nanti, muda-mudahan akan menjadikan kita semakin takut akan ‘Azabnya Allah ‘Azza Wa Jalla, sebelum khutbah ini sy akhiri baiklah kita renungi ayat Allah berikut ini:

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin [as-Sajdah/32:12]
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (٩٩)لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Artinya : “Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Qs Al Mukminun: 99-100)

Demikianlah khutbah yang dapat kami sampikan pada hari ini, semoga Allah akan selalu memberikan Taufik dan Hidayahnya untuk mempelajari dan memahami agama yang mulia ini. Amiiin ya Rabbul ‘Aalamiin.
أَقُوْلُ قَوْلِىْ هَاذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ , إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ



Khutbah kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، وَأَشُكُرُهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ:
أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى،
فَاتَّقُوْا اللهَ عِبَادَ اللهِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ خَيْرَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ، فَإِنَّ يَدَ اللهِ عَلَى الجَمَاعَةِ، وَمَنْ شَذَّ شَذَّ فِي النَّارِ.
ثُمَّ اِعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَمَلَائِكَتِهِ قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَاشِدِيْنَ، اَلْأَئِمَّةِ المَهْدِيِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَعُثْمَانَ، وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ، وَجَعَلَ هَذَا البَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ المُسْلِمِيْنَ عَامَةً يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ، اللَّهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا أَمْنَنَا وَإِيْمَانَنَا وَاسْتِقْرَارَنَا فِي أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ سُلْطَانَنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِي دُوَرِنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ المُسْلِمِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ وَأَخْرِجْهُمْ مِنْ هَذَا الضَّيْقِ وَالشِّدَّةِ بِفَرَجِ عَاجِلٍ قَرِيْبٍ، (رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ).
عِبَادَ الله، (إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)، (وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنقُضُوا الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمْ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ)، فَذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرَ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masjid Nurul Amal

Mungkin untuk kebanyakan orang, terutama bagi orang-orang diluar sana ini bukanlah sebuah Masjid, tapi mungkin ini lebih layak disebut Mushalah ataupun Surau. Namun bagi kami warga sekitarsini,  ini adalah masjid yang cukup lumayan dan mungkin lebih dari sebuah masjid itu sendiri. Karena hanya inilah kemampuan kami dan warga yang ada disekitar kami. Masjid ini dibangun orang-orang tua kami sekitar 32 tahun yang lalu dan telah mengalami renovasi beberapa kali. Menurut orang tua kami  dulu masjid ini dibangun atas swadaya dan swadana masyarakat sekitar. Tongkat estafet harus diserahkan, generasi tua mesti tiada dan generasi muda adalah penerusnya, kehidupan ini memang semestinya demikian, yang tua mesti istirahat dan yang muda mesti jadi penggiat, dahulu kita adalah muda dan sekarang kita adalah pengganti orang-orang tua kita, maka kitalah orang tua itu sekarang. Dahulu tempat ibadah kita sudah baik, Masjid dijadikan tempat ibadah dan menuntut ilmu ...

Mengenal waktu-waktu Shalat

بِسْـــــمِ اللهِ الرَحْمَنِ الرَّحِيْمِ Segala puji bagi Allah, Rabb Alam semesta, Shalawat dan Sallam untuk nabi Muhamad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam Kaum muslimin sepakat bahwa Shalat lima waktu harus dikerjakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, ini sudah ditentukan Allah Ta'ala dalam Al-Quran  : إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا Artinya : "Sesungguhnya Shalat itu adalah Fardlu/wajib yang ditentukan waktunya bagi orang-orang beriman". (QS. An-Nisa :103 ) Berikut ini penjelasan tentang waktu-waktu Shalat. Shalat Zhuhur Secara bahasa Zhuhur adalah waktu Zawal yaitu waktu tergelincirnya matahari (waktu matahari bergeser ditengah-tengah langit) menuju arah tenggelamnya (barat).  Shalat Zhuhur sering juga disebut para ulama dengan Shalat Al Uulaa  ( الأُوْلَى )  karena  Shalat yang pertama kali dikerjakan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassallam bersama Jibril 'Alaihis Shalam. dan disebut juga Shal...

Rukun Iman dan Hakikatnya

Khutbah Pertama: إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن . يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا ب...